Home Muba Randik Terdakwa Korupsi GSG Dituntut Beragam

Terdakwa Korupsi GSG Dituntut Beragam

4 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Terdakwa Korupsi GSG Dituntut Beragam
0
171

 SEKAYU – Kasus dugaan korupsi Gedung Serba Guna (GSG) atau Sekayu Convention Center (SCC), memasuki babak baru. Pasalnya empat orang terdakwah terlibat kasus tersebut, dituntut beragam oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ini diketahui dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang, kemarin (21/2).

 

JPU Krisnandar SH dan Anjas SH, menyatakan, dalam tuntutannya, empat terdakwa yang berkasnya terpisah, telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 Jo UU RI No 31 tahun 2004 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

 

Dimana terdakwa Dedy Ardian (Mantan Kabid Bangunan Dinas PUCK Muba) dituntut hukuman 6 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti sebesar Rp 700 juta, jika tidak diganti pidana penjara selama 3 tahun.

 

“Untuk terdakwa H Januar Iskan, dituntut hukuman 8 tahun penjara, denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar 1,580.900.679,39, jika tidak diganti pidana penjara 5 tahun,” jelasnya.

 

Kemudian terdakwa Harisandy, dituntut pidana penjara 5 tahun dan denda sebesar 200 juta, subsider 3 bulan kurungan. Serta uang pengganti sebesar 180 juta, jika tidak diganti pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan.

 

“Sedangkan terdakwa Ardiansyah, dituntut pidana penjara 5 tahun dan uang pengganti Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp 80 juta, jika tidak diganti pidana penjara 2 tahun 6 bulan,” tegasnya.

 

Disinggung kenapa H Januar lebih tinggi tuntutannya dari pada terdakwah lainya. Krisnandar mengatakan, bahwa dalam beberapa kali sidang digelar diketahui terdakwah Januar itu sangat berperan dalam proyek tersebut. “Dan dugaanya ada maksud lain dalam pembangunan GSG. Disamping itu, tidak bisa mengembalikan kerugian negara, oleh itulah dituntut lebih besar,” katanya.

 

Menanggapi tuntutan JPU, kuasa hukum terdakwa Dedi Adrian dan Harisandy, Zainal Arifin SH, mengatakan pihaknya mengajukan pledooi atau pembelaan dalam persidangan selanjutnya. “Kita ajukan pembelaan, baik dari kuasa hukum maupun dari klien kita sendiri,” tukasnya.

 

Sekedar informasi, gedung termahal di Kabupaten Muba tersebut mulai dibangun pada 2013 lalu dengan anggaran sebesar Rp 8.925.000.000 yang bersumber dari APBD. Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2014 dengan anggaran sebesar Rp 19.636.170.000.

 

Pada 2015, pembangunan gedung kembali dianggarkan, kali ini dengan anggaran yang lebih fantastis yakni sebear Rp 29.792.300.000 juga berasal dari APBD. Penganggaran berlanjut pada 2016 sebesar Rp 5.030.000.000. (boi)

 

 

Load More By admin
Load More In Muba Randik
Comments are closed.