Home Features Tetap Bangga Karena Telah ‘Menggaungkan’ Nama Muba

Tetap Bangga Karena Telah ‘Menggaungkan’ Nama Muba

5 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Tetap Bangga Karena Telah ‘Menggaungkan’ Nama Muba
0
210

SENIN Malam 11 februari 2019 menjadi penampilan terakhir Mita Musari, gadis asal Desa Ulak Paceh Jaya Kecamatan Lawang Wetan Kecamatan Sekayu yang menjadi perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) dalam ajang pencarian bakat Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2 yang di tayangkan Indosiar.
Mita harus tersenggol karena mendapatkan perolehan nilai terendah dibandingkan 4 kontestan lain yang berada di group 11. Seperti apa respon masyarakat atas tersenggol nya Mita?
M. TAUFAN – SEKAYU
BANYAK masyarakat yang menilai jika penampilan Mita malam itu jauh lebih baik dibandingkan penampilan sebelum nya yang membawakan lagu ‘ranting kering.
Mengenakan gaun berwarna hitam di hiasi bunga-bunga berwarna gold, aura bintang cukup terpancar dari penampilan Mita yang kala itu membawakan lagu ‘Selalu Milikku’.
Ia terlihat cukup menikmati penampilan nya meskipun para dewan juri menilai ekspresi Mita kurang mencerminkan makna lagu yang di bawakan. Sampai akhir penampilan nya, Mita berhasil mendapatkan 4 lampu dari panel Provinsi.
Sayang nya, penampilan Mita malam itu belum bisa menaklukan hati para juri, Mita pun harus kembali menelan pil pahit dengan mendapatkan 5 lampu merah dari juri. Artinya, ia tidak mendapatkan tambahan nilai dari para juri.
Bahkan Mita mendapatkan kritikan yang cukup tegas dari dewan juri. “menyanyi itu bukan Cuma suara aja yang di enakin tapi ekspresi sama energi, bahasa tubuh nya harus main.
Jangan mati gaya, kamu i interlude udah mati gaya, kayak bingung mau ngapain, ga harus joget, kalau ekpresi muka nya hidup, itu lagu nya pasti enak kamu bawakan,”Kata Inul Daratista.
Nilai yang Mita dapatkan pada malam itu sama seperti penampilan sebelum nya. Namun kali ini, SMS dan Vote yang di berikan oleh pendukung nya tidak berhasil menyelamatkan Mita malam itu. Hingga akhirnya ia tersenggil dengan peroleh nilai secara keseluruhan sebesar 16,74 persen.
Tersenggol nya Mita tentu sangat disayangkan oleh para pendukung khususnya warga Kabupaten Muba. Betapa tidak selama 2 musim LIDA digelar Mita selalu menjadi satu-satu nya peserta yang berasal dari Kabupaten Muba.
“Sangat disayangkan, padahl dia sangat di banggakan oleh warga Muba. Cuma mau bagaimana lagi dalam sebuah kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Meskipun Mita sudah tersenggol, kami tetap bangga karena ia telah membawa nama Muba di kanca nasional,” ujar Melisa mendukung Mita.
Yang membanggakan, sambung dia, selama Mita berkompetisi, gadis yang baru lulus SMA tahun lalu itu selalu menyebut dan memperkenalkan daerah asal nya yakni Kecamatan Ulak Paceh Jaya Kabupaten Muba.
“Dengan demikian, daerah kita makin di kenal. Sekali lagi meski kami tidak bisa lagi melihat Mita tampil, kami tetap bangga,”tegasnya.
Sementara itu, Mita Musari di penghujung acara mengucapkan rasa terima kasih nya kepada semua pihak karena sudah berhasil masuk Top 64 LIDA 2.
“Terima kasih, bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan buat Mita untuk tampil disini, dipanggung besar ini, kedua mita terima kasih buat seluruh pendukung mita yang telah mendukung khususnya Sumsel, tim kesenian kota prabumulih, Muba, Ulak Paceh Jaya telah mendukung mita tanpa terkecuali,” ucapnya.
Dirinya meneybutkan jika selama mengikuti kompetisi banyak mendapatkan ilmu, khususnya dari para dewan juri yang berasal dari penyanyi-penyanyi papan atas Indonesia itu.
“Buat dewan juri juga terima kasih karena telah memberikan ilmu yang bermanfaat buat Mita. Tanpa komentar dari juri, Mita tidak bisa seperti sekarang ini,” pungkasnya. (**)

Load More By admin
Load More In Features
Comments are closed.