Home Features Hampir Rp 9 Ribu Per Kg, Beda Touke Beda Harga

Hampir Rp 9 Ribu Per Kg, Beda Touke Beda Harga

3 min read
Komentar Dinonaktifkan pada Hampir Rp 9 Ribu Per Kg, Beda Touke Beda Harga
0
4

==== Melihat Harga Karet di Tingkat Petani ===

PERGERAKAN harga jual getah karet selama beberapa bulan terakhir terus mengalami perubahan. untungnya, saat ini harga karet tidak begitu rendah seperti tahun lalu. Apalagi jika petani ikut proses lelang melalui UPPB, harga karet jauh lebih tinggi. Namun jika yang menjual secara mandiri ke pengepul atau touke harga nya berbeda-beda. karena setiap pengepul memiliki masing-masing.
M. TAUFAN – SEKAYU
DIBULAN suci ramadhan tahun ini , para petani karet masih bisa tersenyum, pasalnya harga karet basah yang biasa mereka jual tidak terlalu rendah sebaliknya juga belum mencapai puncak harga tertinggi.
kendati demikian, petani merasa cukup senang. sebab, pertengah tahun 2020 harga karet bisa di katakan jatuh hanya di kisaran Rp 5.000 sampai Rp 6.000. namun kini harganya sudah di atas Rp 8.000 bahkan sudah adanya yang diatas Rp 10.000 untuk karet bulanan.
Belum lagi kini para petani merasa di untungkan dengan banyak nya tempat pelelangan karet atau UPPB yang bisa mendongkrak harga karet di kalangan petani kecil, di UPPB harga karet diatas Rp 10 ribu perKg.
Namun bagi petani yang biasa menjual di pengepul harga nya berbeda-beda. Tarmizi, misalnya petani asal kecamatan Plakat Tinggi, ia menjual karet bulanan nya dengan harga Rp 8.700.
“Saya dan istri menggarap dua kebun, yang satu milik sendiri, satunya lagi kebun milik orang lain dengan sistem bagi hasil. Nah untuk menjual hasil kebun bagi hasil di tentukan pemilik kebun. kemarin jual nya Rp 8.500. sedangkan milik sendiri, kami jual di tempat lain seharga Rp 8.700 ahkan ada yang Rp 9.000,”jelasnya.
Menurutnya setiap touke mematok harga berbeda-beda karena hampir semua touke sudah memiliki pelanggan masing-masing. “Adapula yang sudah memberikan pinjaman uang terlebih dahulu, nanti di potong pada saat petani jual,”terangnya.
Berbeda dengan Tarmizi, Hendra petani di Kecamatan Sekayu justru menjua karet dengan harga yang lebih tinggi. yakni Rp 10.500.
“Karena kami jual nya bulanan, lagian pula saya jual ikut saudara yang memiliki banyak kebun, makanya bisa dapat harga segitu. prinsipnya, semakin banyak getah yang terkumpul, touke bisa memberi harga yang lebih tinggi,”bebernya.
Namun, di sisi lain banyak petani yang berharap, para pengepul atau touke mematok harga beli yang sama sehingga tidak perbandingan bagi petani untuk menjual hasil kebun. (**)

Load More By admin
Load More In Features
Comments are closed.